Sunday, October 14, 2007

Kamar Pengantin Sederhana Namun Sangat Berkesan

Kamar Pengantin Sederhana Namun Sangat Berkesan
Oleh Hendriani Madewa, S.D. Int., H.D.I.I

BICARA masalah kamar pengantin, wah pasti sangat mengasyikkan. Tetapi terkadang juga membingungkan. Seperti apa sih seharusnya kamar pengantin dirancang?

Seberapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk mewujudkan sebuah kamar pengantin, yang sekarang ini tampaknya sudah menjadi persyaratan mutlak bila seseorang yang sedang merencanakan sebuah acara pernikahan.

Betulkah begitu? Sebenarnya nggak juga sih.

Baru-baru ini seorang sahabat kami membagi pengalamannya ketika menyelenggarakan pernikahan putri pertamanya.

Beliau seorang single parent dengan dua putri masing-masing berusia 29 dan 27 tahun. Setahun yang lalu putri tertuanya mengutarakan maksudnya untuk melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya yang selama 3 tahun terakhir menjadi teman "tetapnya". Tidak ada alasan bagi sang ibu untuk tidak mengizinkan karena persyaratan secara non teknis sudah dipenuhi semua seperti: keduanya sudah selesai sekolah, keduanya sudah bekerja dan keduanya sudah memasuki usia yang "cukup" untuk masuk ke dunia rumah tangga.

Tapi, untuk menyelenggarakan pesta pernikahan tentunya butuh biaya yang tidak main-main dan sangat khusus. Sedangkan sang ibu kesehariannya bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta nasional dengan penghasilan pas-pasan untuk hidup satu bulan. Memang zaman sekarang biaya bisa ditanggung bersama oleh kedua belah pihak, tapi kalau sama-sama pas-pasan bagaimana ?

Setelah melakukan diskusi berulang kali pada akhirnya kedua belah pihak sepakat hanya menyelenggarakan "akad nikah" saja dengan mengundang keluarga dan teman-teman terdekat. Tidak lebih dari 100 orang.

Tidak membutuhkan pelaminan khusus, tidak membutuhkan dekorasi khusus, tidak membutuhkan penyewaan ruang khusus dan tidak membutuhkan armada pagar ayu dengan seragam gemerlapan yang biasanya keseluruhan memakan biaya jutaan bahkan puluhan juta rupiah.

Namun, sebagai sebuah pernikahan, tetap harus memiliki sesuatu yang khusus yang tidak dapat disamakan dengan pesta ulang tahun atau perayaan-perayaan lain yang biasa diselenggarakan. Pernikahan adalah sebuah peristiwa langka dan sakral yang hanya dialami satu kali dalam hidup seseorang ( diharapkan begitu ya!). Jadi, dirancanglah sebuah kamar pengantin bagi putri tercinta.

Bagaimana merancang sebuah kamar pengantin yang tidak usah mengeluarkan biaya besar namun tetap menjadi sebuah kamar yang kelak akan menjadi tempat paling berkesan bagi keduanya.

Di halaman ini sahabat kami mengirimkan gambar yang mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan dan sumber ide bagi para orangtua yang mempunyai masalah serupa.

Sebuah ruang dengan ukuran tidak lebih dari 3 x 3 m disulap menjadi kamar pengantin yang sederhana tapi begitu manis dan romantis.

Kondisi yang ada sebelum mengalami perubahan : dinding ruang berwarna ke abu-abuan ditambah border dengan motif geometris yang cukup dominan di bagian atas pada pertemuan dinding dengan langit-langit yang berwarna putih, kelihatan agak mengganggu.

Kemudian, dalam kamar tersebut hanya ada satu tempat tidur ukuran 160 x 200, terbuat dari besi dengan 4 tiang di setiap sudutnya yang saling berhubungan, sebuah meja sudut dan beberapa lukisan kecil yang ditempatkan pada dinding di belakang meja sudut.

Ditambah dengan beberapa bantal hias, bed cover dan beberapa meter kain tipis yang murah meriah hasil sumbangan dari kerabat dekat.

Mulailah sang ibu merancang dan mengolah kamar pengantin untuk putri tercinta dengan mengeluarkan segenap tenaga dan waktu .

Seluruh dinding dan langit-langit diganti warnanya dengan warna pink yang lembut, motif-motif tambahan disesuaikan dengan warna ungu bed cover dan bantal-bantal hias yang juga dibungkus dengan kain yang mengandung unsur warna ungu.

Tiang-tiang yang melintang di atas tempat tidur dimanfaatkan sebagai dudukan tirai tipis berwarna ungu tembus pandang, sehingga ranjang tidur berubah seketika penampilannya bagaikan ranjang putri-putri raja.

Beberapa buah foto sang pasangan pengantin di pajang pada dinding di belakang ranjang pengantin, agar dinding tidak terlalu polos. Foto berukuran sama dan ditempatkan sejajar.

Cahaya dari sebuah lampu sudut yang ditempatkan di atas meja menambah suasana ruang menjadi begitu hangat.

Sebagai sentuhan terakhir, beberapa buket bunga dengan komposisi warna yang disesuaikan dengan warna-warna di sekitarnya membuat ruang tersebut secara keseluruhan menjadi benar-benar sebagai kamar pengantin.

Sangat sederhana, tidak mengada-ada dan tidak berlebih-lebihan. Sang pasangan pengantin tentu saja sangat puas melihat hasil kerja ibunda tercinta yang dibantu oleh sanak keluarga dan teman-teman dekat mereka. Mudah-mudahan dapat menjadi sumber ide bagi para orangtua yang memiliki kasus sama.

Desain Interior Kamar Pengantin 021-73888872

1 comment:

Alam Maya said...

so swiit banget kamarnya.....